Terbentur Masalah Ekonomi, Banyak Warga Jepara Nekat Mengadu Nasib ke Jakarta

oleh -0 views

Jepara – Imbauan untuk tidak datang ataupun pergi ke daerah yang ditetapkan sebagai zona merah corona atau Covid-19 sudah dilakukan pemerintah jauh-jauh hari yang lalu. Meski begitu, masih ada warga yang pergi ke Jakarta.

Langkah tersebut terpaksa dilakukan demi memenuhi kebutuhan dapur supaya bisa terus mengepul. Apalagi, dari sekian orang yang pergi ke Jakarta tersebut rata-rata buruh kasar seperti kuli bangunan.

Darto (36) seorang kuli bangunan mengaku tahu betul dengan risiko yang akan dihadapi saat sampai Jakarta. Namun, langkah itu terpaksa diambil lantaran lapangan pekerjaan di desa saat ini sangat minim dan tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

”Kalau disuruh bekerja dari rumah, ya saya tidak bisa. Kerjaan saya adalah tukang batu. Jadi saya tetap berangkat ke Bintaro. Ini demi anak istri. Saya tak tega melihat mereka kelaparan dan jatuh sakit. Lebih baik saya yang sakit tapi mereka bisa makan,” katanya di Terminal Jepara, Kamis (2/4/2020).

Keputusan Darto trsebut ternyata mendapat angin segar dari para penyedia jasa PO Bus antarkota antarprovinsi. Terlebih lagi mereka masih beroperasi seperti hari-hari biasa.

Meskipun jumlah penumpangnya menurun, namun layanan bus jurusan Bali, Palembang, Bandung, dan Jakarta masih melayani masyarakat. Sejumlah agen penjualan tiket bus bahkan masih buka secara terang-terangan di beberapa titik di Jepara.

Hanya ada salah satu PO bus yang sudah menghentikan penjualan tiket, namun yang lainnya masih beroperasi.

“Saat ini jumlah penumpang memang turun untuk yang arah Jakarta atau Bandung. Dari arah sebaliknya yang ramai. Tapi tetap saja masih ada yang berangkat kea rah Jakarta. Dari Jepara memang tidak penuh. Nanti akan ada penggabungan dengan yang di Kudus,” ujar salah seorang penjual tiket bus yang enggan diungkapkan namanya.

Baca Juga:  Bupati Grobogan Dorong Promosi Produk UMKM Digencarkan

Di Terminal Jepara sendiri, upaya penanggulangan virus corona dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Puluhan bus dalam sehari disemprot oleh para petugas terminal. Bus-bus yang masuk ke terminal Jepara semua diseprot disinfektan.

Ketua Organda Jepara Samsul Arifin menyatakan, masalah ini memang seperti buah simalakama. Saat ini baru Yogyakarta yang sudah menerapkan pengetatan terhadap masalah ini. Beberapa biro transportasi di Jepara sudah ada yang menghentikan trayek ke Yogyakarta. Sedangkan untuk wilayah lain termasuk ke Jakarta sampai saat ini masih ada.

Organda Jepara sendiri sudah menyampaikan usulan agar masalah ini bisa mendapatkan perhatian. Diantaranya adalah dengan melakukan pengawasan ketat pada transportasi-tranportasi yang masih berjalan. Pengecekan manifest penumpang harus dilakukan dengan ketat, oleh pihak-pihak terkait.

”Kami sudah sampaikan untuk melakukan pengecekan secara ketat di pintu-pintu masuk wilayah Jepara. Tindakannya tentu saja harus sudah mencakup semua aspek yang dibutuhkan. Soal ini kan juga berhubungan dengan keselamatan kru, penumpang dan pada gilirannya ke perusahaan juga,” tambah Samsul Arifin.

sumber murianews.com https://www.murianews.com/2020/04/02/185715/terbentur-masalah-ekonomi-banyak-warga-jepara-nekat-mengadu-nasib-ke-jakarta.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *