Suluk Maleman, Masyarakat Jadi Ujung Tombak Penanganan Covid-19

oleh -0 views

Pati – Virus Corona atau Covid-19 patut menjadi perhatian bersama. Dalam hal ini, masyarakat harus siap siaga dan sadar diri bahwa Covid-19 bisa disa ditangkal oleh setiap individu.

Dalam Suluk Maleman yang tertajuk Memjntal Rahmat yang disiarkan lewat media sosial, Darwito yang juga ketua perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2018-2021 mengatakan, berhentinya wabah covid-19 ini tergantung pada kesadaran diri masyarakat itu sendiri.

Dia pun menilai jika masyarakatlah yang menjadi ujung tombak penanganan virus tersebut.

“Jangan pernah menunggu mulailah dengan menjaga diri. Dengan menjaga diri sendiri tentu juga menjaga orang lain. Kita tidak tahu siapa yang tertular maka harus saling menjaga,” terangnya melalui sambungan video jarak jauh.

Dia pun mengajak masyarakat untuk menaati imbauan terutama dalam physical distancing, menjaga kebersihan khususnya rajin mencuci tangan dan memakai masker. Menjaga imunitas pun menjadi begitu penting dalam melawan wabah tersebut.

“Kalau memang sakit atau pernah berkunjung di zona merah sebaiknya jujur saja. Semakin kita mematuhi anjuran maka mata rantai persebaran virus bisa segera diputus,” terangnya.

Jika masyarakat tak menyadari maka dia khawatir dampak yang ditimbulkan cukup besar. Pasalnya jumlah rumah sakit, maupun tenaga medis tentu tak akan cukup bila terjadi ledakan kasus dalam waktu berdekatan.

“Maka dari itu laju persebarannya yang harus ditekan. Kalaupun terpaksa harus keluar rumah maka physical distancing dan penggunaan hand sanitizer serta masker menjadi sangat penting. Kalau punya warung sebaiknya buatlah jarak baik antar penjual dan pembeli maupun sesama pembeli,” tegasnya.

Transparansi baginya bisa menjadi kunci untuk penanganan virus. Baik transparansi di internal pemerintah maupun bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ratusan Rumah di Widorokandang Pati Terendam Banjir, Ketinggian Air Setengah Meter

“Minimnya penjelasan maupun kabar yang simpang siur terkait Covid-19 membuat sebagian masyarakat menjadi ketakutan. Hal itulah yang rawan memunculkan stigma dan penolakan. Kondisi semacam itulah yang kemudian memicu munculnya orang yang tidak berani jujur,” tutupnya.

Sumber murianews.com https://www.murianews.com/2020/04/19/186795/suluk-maleman-masyarakat-jadi-ujung-tombak-penanganan-covid-19.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *