Wahyu Bella Prihantoro, Calon Advokat Muda Blora Penyuka Hobi Bertani

oleh -2 views
Wahyu Bella Prihantoro salah seorang petani milenial perkotaan di Blora telah setahun berkecimpung menggeluti dunia pertanian.

BLORA- Pertanian identik dengan nuansa pedesaan dan membutuhkan lahan luas. Selain itu, imej bertani sebagai mata pencaharian utama yang hanya dilakukan kaum tua serta memiliki pendidikan rendah.

 

Namun pandangan itu ditepis oleh Wahyu Bella Prihantoro (30), salah seorang petani milenial perkotaan di Kabupaten Blora. Wahyu yang tinggal di Kelurahan Mlangsen, Blora kota ini, telah setahun berkecimpung menggeluti dunia pertanian.

 

Ternyata bertani atau bercocok tanam bagi Wahyu, bisa juga ditarik ke ranah hobi oleh warga perkotaan. Tidak melulu sebagai pekerjaan utama, melainkan juga sebagai kecintaan dunia alam dan upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

 

“Sudah setahun ini saya memanfaatkan lahan kosong yang saya beli seluas 15 x 10 meter dan disulap menjadi tegalan,” ujar pria penyandang gelar Sarjana Hukum dan baru saja menyelesaikan sekolah profesi advokat ini kepada Times Indonesia, Senin (13/12/2021).

 

Wahyu mengaku menekuni dunia pertanian dengan belajar melalui Youtube. Ada sekitar 10 tanaman sayuran yang dikembangkan, beserta kolam ikan ditengahnya.

 

“Daripada lahan dibiarkan kosong, saya manfaatkan untuk hiburan bercocok tanam. Saya tanami beragam sayuran dan buah, mulai dari tomat, bayam, kangkung, sawi, cabai, kemangi, kacang panjang, terong, ubi jalar, singkong, bawang merah. Kalau di tengah saya buat kolam ikan mas,” paparnya.

 

Media lahan yang sempit tidak menyurutkan langkah Wahyu dalam berkarya. Dibantu 1 tenaga kerja, dirinya sempat merekrut tenaga marketing untuk memasarkan produknya.

 

“Kalau lahan yang tersedia tidak menjangkau ide saya. Saya bisa gunakan polybag sebagai media tanam. Selain ilmu bertani dari youtube, saya juga diberi masukan oleh tenaga kerja perawat sawah,” jelas Bella sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Jepara Kirim 1 Wakil ke MTQ Nasional

 

Dari hasil bertani ada yang ia jual dan untuk konsumsi keluarga. Tak hanya itu, ia pun mempekerjakan tenaga marketing untuk memasarkan hasil pertaniannya di sekitar Blora Kota.

 

Pemuda yang juga memiliki usaha kost-kostan 15 pintu ini, mengaku belum berharap banyak keuntungan dari bertani. Meski perlahan namun pasti, dirinya masih belajar terus dan kelak akan coba menggarap lahan sawah yang lebih luas.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *