Soal Macan Tutul Mati di Pati, Pecinta Alam: Kondisi Hutan Muria Sedang Bermasalah

oleh -0 views

Pati – Adanya penemuan bangkai macan tutul di kaki pegunungan muria, tepatnya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, membuat beberapa komunitas pecinta alam di Pati makin penasaran. Mereka menilai bahwa kondisi ekologi pegunungan muria masih cukup kaya akan keanekaragaman hayatinya dan patut dikaji.

Hal itu diungkapkan saat diskusi lintas komunitas seperti Palupi, Komunitas Boemi, pegiat pendaki gunung serta pecinta alam di Muria baru-baru ini. Mereka menyebut seringkali ditemukan jejak maupun melihat secara langsung satwa dan tumbuhan langka.

“Penemuan mayat macan tutul putih di lereng Muria sebelah timur, tepatnya di wilayah Gembong beberapa waktu lalu tentu menjadi alarm atau pengingat kita semua bahwa kondisi di hutan Muria sedang bermasalah,” ujar Haris Rubiyanto perwakilan Komunitas Boemi.

Sementara Ketua Muria Riset Center M Widjanarko menambahkan, adanya sejumlah permasalahan tentang pegunungan Muria. Mulai dari eksploitasi sumber daya air untuk diperjual belikan, penambangan batu dan pasir, alih fungsi lahan, perburuan maupun banyaknya perkebunan warga yang masuk ke kawasan hutan lindung Muria.

Lebih lanjut, salah satu keprihatinan memang muncul setelah semakin lama kawasan hutan Muria semakin berkurang seiring dengan maraknya pembukaan lahan oleh warga. Hal lain yang menjadi sorotan yakni seringkalinya aktifitas pendakian gunung di Muria hanya sekedar aktifitas hobi yang tidak jarang berujung pada vandalisme dan perusakan.

“Selama ini tidak banyak pemahaman atau kesadaran tentang apa saja yang sebetulnya menjadi masalah di Hutan Muria. Padahal proses pendakian sebetulnya bisa dibarengi dengan aktifitas pengamatan dan pendokumentasian tentang kondisi Muria,”ujarnya.

Oleh karenanya, kedepan dirinya bersama komunitas lain di Pati berupaya akan belajar bersama untuk pendataan dan identifikasi kondisi di Muria, khususnya wilayah kabupaten Pati. Mereka juga akan berupaya membuat pusat informasi dan komunikasi untuk pembelajaran bersama tentang keanekaragaman hayati di Muria dan upaya pelestariannya.

Baca Juga:  Pastikan Natal dan Tahun Baru Aman, Polresta Banyuwangi Gelar Patroli Skala Besar

“Selama ini, beberapa komunitas Pencinta Alam dan Pendaki Gunung di Pati sudah sering melakukan kegiatan penanaman-penanaman secara inisiatif pribadi berdasarkan temuan lahan gundul di Muria, khususnya wilayah Pati,” tutupnya.

Sumber murianew.com https://www.murianews.com/2020/02/25/183262/soal-macan-tutul-mati-di-pati-pecinta-alam-kondisi-hutan-muria-sedang-bermasalah.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.