Setelah Memenangkan Gugatan, Kades Larikrejo Dilaporkan Ke Polres Kudus.

oleh -0 views

 Kudus – Setelah Pemerintah Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus, memenangkan gugatan atas sebidang lahan seluas 10.800 meter persegi, dengan tergugat Jumadi warga RT 01 RW V Desa Larikrejo dan telah dilakukan eksesusi oleh jurusita Pengadilan Negeri (PN) Kudus. Selasa 24/03/2020.

Proses eksekusi pengosongan obyek sengketa dilakukan Agus Salim, jurusita PN Kudus didampingi saksi Hanik Maghfiroh dan Priyo Hadi- pegawai PN setempat.

Sebagai pemohon eksekusi Muchamad Rochim selaku Kepala Desa Larikrejo dan termohon eksekusi seorang warga desa setempat, Jumadi.

Sebelum pelaksanaan eksekusi dipertemukan wakil kedua belah pihak yang juga didampingi oleh para penasehat hukum para pihak yang bersengketa di Balai Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Selasa 24/03/2020.

“Eksekusi kami lakukan atas perintah Ketua PN Kudus dan ditunjuk oleh Panitera PN Kudus berdasarkan perintah tugas yang sah tertanggal 23 Maret 2020,” ujar Jurusita Agus Salim.

Eksekusi pengosongan tanah ditandai dengan pemasangan patok oleh petugas jurusita dan disaksikan sejumlah pihak.

Salah seorang anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Larikrejo, Tukul Kustono menghargai proses hukum hingga adanya penetapan eksekusi terhadap tanah desa yang disengketakan.

Namun pihak Desa Larikrejo yang diwakili Kepala Desa Muchamad Rochim harus siap menanggung konsekuensi atas persoalan itu.

Pihaknya menduga terjadi penyimpangan atas tanah sengketa, karena menurut dia obyek perkara yang disengketakan dengan tergugat Jumadi sebenarnya hanya sekitar 3.788 m2.

“Sedang sekitar 7.012 m2 adalah tanah bondo desa sendiri yang kini masih disewakan kepada pihak ketiga,” terang dia kepada media ini.

Terjadinya penggelembungan obyek tanah yang disengketakan diduga terkait kepentingan tertentu.

“Kami telah melaporkan Kepala Desa Larikrejo Muchamad Rochim ke Polres Kudus tentang dugaan adanya tindak pidana korupsi,” ungkap Tukul, Jumat (27/03/2020).

Baca Juga:  Ralat Berita: RSUD Kudus Periksa 21 Pasien ODP, Dua Dirawat di Ruang Isolasi.

Kuasa Hukum Tukul Kustono, Amat Soleh SH menambahkan, proses hukum atas laporan dugaan tindak pidana korupsi oleh Kades Larikrejo masih berjalan.

“Polres Kudus telah mengirim surat ke Inspektorat Kabupaten Kudus menanyakan apakah dalam perjalanan kasus hukum sengketa tanah desa yang dibiayai APBDes telah terjadi penyimpangan?” terang Soleh.

Berdasarkan laporan tindak pidana korupsi atas pembiayaan gugatan kasus sengketa tanah desa, pihak desa telah menganggarkan dana sebesar Rp 115 juta pada tahun anggaran 2012 dan Rp 179 juta tahun 2013, saat kepemimpinan Kades Muchamad Rochim periode 2007-2013.

Namun kemudian diketahui terdapat selisih Rp 79 juta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Muchamad Rochim selaku kepala desa.

“Terjadi selisih Rp 79 juta dari total APBDes yang dikeluarkan Rp 294
juta dengan bukti kuitansi yang hanya Rp 215 juta,” terangnya.

sumber jurnalpantura.id https://jurnalpantura.id/setelah-memenangkan-gugatan-kades-larikrejo-dilaporkan-ke-polres-kudus/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *