Santoso Budi Susetyo Bangga Rangkap Jabatan, Anggota DPRD Blora dan Ketua RW

oleh -5 views
Bagi Budi, menjadi anggota DPRD Blora dan Ketua RW, sama sama sebuah tugas mulia dalam melaksanakan amanah masyarakat. (Foto; Firmansyah/beritaplatk)

beritaplatk, Blora- Banyak wakil rakyat seakan lupa dengan konstituennya, ketika ia terpilih dan duduk di gedung dewan. Tragisnya lagi, ia bahkan sulit ditemui pasca Pemilu usai.

Kondisi ini kerap terjadi, dan tentu saja mengecewakan masyarakat yang telah memilih dan menitipkan amanah kepada mereka.

Namun hal ini agak berbeda, seperti yang dilakukan Santoso Budi Susetyo. Pria kelahiran Blora, 17 Februari 1975, selain menjadi Anggota DPRD juga menjabat sebagai ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Politisi PKS yang sudah menjabat di DPRD Kabupaten Blora selama 2 periode, yakni tahun 2014 hingga 2024 tersebut, justru bangga dengan jabatannya sebagai ketua RW yang baru diemban selama 2 bulan ini.

Ditemui Times Indonesia dikediamannya pada Rabu (1/12/2021), Budi sapaan akrabnya menuturkan, ia memiliki cerita berkesan terkait jabatan RW dilingkungan tempat tinggalnya.

“Dulu bapak saya juga pernah menjabat ketua RT ketika saya muda. Kini, alhamdulillah saya bisa menjadi ketua RW. Hal ini yang membuat saya senang, karena bisa merasakan juga apa yang telah bapak saya rasakan,” ujar Budi.

 

Sepak Terjang Sebelum Menjadi Anggota DPRD Blora

Hidup tak selalu mulus, namun bagi yang berjuang bersungguh sungguh akan selalu ada jalan. Prinsip hidup itulah yang selalu dipegang Budi.

Politisi alumni SMEA Negeri Blora tahun 1993 ini, mengaku berasal dari keluarga sederhana. Sudah banyak bidang pekerjaan yang dijalaninya usai ia lulus sekolah.

“Selepas lulus sekolah, saya pernah jualan baju keliling. Beberapa tahun kemudian sekitar tahun 2004, saya pernah menjadi sales jamu.  Tahun 2007, saya pindah menjadi sales obat freelance,” terang pria asli Kelurahan Jepon yang juga menekuni jualan online.

Meski harus berjualan keliling, ia juga masih aktif di kelompok pemuda Masjid dan kegiatan organisasi partai politik yang hingga kini menaunginya.

Baca Juga:  Dok!, PPP Putuskan Muktamar Digelar setelah Pilkada 2020

Ia mengenal dunia politik sekitar tahun 2001 lalu. Kala itu, Budi menjadi Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD Partai Keadilan Blora. Kemudian sebagai Wakil Sekretaris DPD PKS Blora 2004-2010.

 

 

Jabatan selanjutnya, yakni Bendahara Umum DPD PKS 2010. Dan sejak Tahun 2015 hingga kini,  ia dipercaya menjabat Ketua Umum DPD PKS Blora.

Anggota DPRD Blora yang juga hobi olahraga joging ini, bersyukur mendapat amanah sebagai DPRD Blora. Ia pun tak segan dalam menjawab tantangan pekerjaan sebagai wakil rakyat.

“Sebagai Wakil Rakyat, saya menyuarakan kepentingan kelompok masyarakat tertentu, agar diakomodir lewat kebijakan pemerintah daerah atau peraturan daerah. Meskipun terkadang tidak banyak dukungan sesama anggota dewan yang mungkin memiliki pertimbangan lain bahkan berseberangan,” papar alumni S1 Fakultas Fisip di Unigoro Bojonegoro Tahun 2015 ini.

Bagi ayah 3 orang anak ini, menjadi anggota DPRD Blora dan Ketua RW, sama sama sebuah tugas mulia dalam melaksanakan amanah masyarakat. Bahkan ia mengaku tidak merasa kerepotan, meskipun sebagai Ketua RW tidak mendapat gaji.

“Menjadi ketua RW bisa menjadi ruang pengabdian yang sesungguhnya. Jabatan tanpa gaji dan fasilitas. Luas wilayah dan masyarakat yang heterogen dalam banyak hal menjadi tantangan tersendiri dalam merawat kebersamaan agar terwujud lingkungan yang tertata dan kondusif,” ucapnya.

Terkait bagaimana cara membagi waktu saat menjadi anggota DPRD, Ketua RW dan waktu untuk keluarga, suami dari Anif Mustaqimah ini membagikan tipsnya. Yakni manajemen waktu sangatlah diperlukan agar bisa maksimal.

“Aktivitas sebagai ketua RW yang harus banyak ngurusi warga, berkumpul dan berdialog, justru merupakan bagian penting sebagai anggota DPRD,” katanya.

Budi menambahkan, kewajiban anggota DPRD adalah menyerap, selanjutnya memperjuangkan aspirasi dari masyarakat.

Baca Juga:  Polres Kudus Ungkap Dua Kasus Pencabulan Di Awal Tahun 2020

“Sebagai ketua partai juga harus bisa ambil waktu tepat untuk ngurus partai. Kalau keluarga, Insya Allah secara umum semua anggota keluarga faham dan sudah terkondisikan dengan baik,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *