Penghasilan ASN Kudus Dipotong untuk Penuhi Kebutuhan APD Tenaga Medis

oleh -0 views

Kudus –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memutuskan untuk memotong penghasilan 7000 Apratur Sipil Negara (ASN) di Kudus. Hasil dari pemotongan gaji ini untuk membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis di Kudus.

Pemotongan tersebut akan diambilkan dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Dengan besaran potongan sebesar 2,5 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Samani Intakoris memperkirakan total besaran potongan yang akan diperoleh dan disumbangkan untuk penanganan Covid-19 tersebut mencapai Rp 450 juta.

“Dana itu akan kami pesankan APD yang dibutuhkan tim medis saat ini,” jelas Sam’ani saat menyerahkan bantuan APD pada Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (1/4/2020).

Pihaknya pun hingga kini telah memesan sedikitnya seribu alat pelindung diri untuk dipakai tenaga medis dan petugas di lapangan.

Pemesanan APD tersebut, lanjutnya dipesankan pada pelaku usaha lokal Az Zahra di Kabupaten Kudus guna meningkatkan ekonomi masyarakat. “‎Untuk saat ini barangnya sekitar 150 unit, lainnya menyusul secara bertahap,” jelasnya.

‎Sementara untuk sasaran penerima APD,  akan diprioritaskan kepada petugas kesehatan di rumah sakit. Kemudian untuk bidan desa, serta Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinsa).

“APD itu bisa dipakai sewaktu-waktu saat dibutuhkan, misalnya saat ada pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal,” terangnya.

‎Sementara  Plt Bupati Kudus HM Hartopo juga turut menerima bantuan dari Djarum Foundation berupa baju cover all 200 buah, masker bedah 400 lembar.

Selain itu pihaknya juga mendapat sarung tangan medis 150 boks, kacamata google 250 buah, helm kaca 50 ribu unit, dan 2.000 tablet vitamin C. ”Kami akan mendistribusikan ke tujuh rumah sakit dari lini satu, dua, dan tiga, serta puskesmas,” lanjutnya.

Baca Juga:  Beberapa Personil Uji Swab, Pelayanan Polsek Buka Tetap Buka

‎Menurutnya, tim medis di Kabupaten Kudus sangat membutuhkan bantuan tersebut. Karena kenyataan di lapangan, kata Hartopo, para tenaga medis sangat kekurangan APD. Tak jarang pula mereka memakai APD yang tidak standar.

“Bahkan karena sangat darurat pakaian yang dipakai untuk APD itu tidak standar kesehatan. Padahal tim medis ini bersentuhan langsung dengan pasien PDP Covid-19,” terangnya.

Hartopo menambahkan, perjuangan tim medis sangat perlu diapresiasi. Perjuangan mereka pun tidak bisa diukur dengan apapun. Karena menurut Hartopo, para tenaga medis merupakan pejuang kemanusiaan.

“‎Tim medis saat ini merupakan garda terdepan untuk penanganan covid-19,” pungkasnya.

sumber murianews.com https://www.murianews.com/2020/04/01/185619/penghasilan-asn-kudus-dipotong-untuk-penuhi-kebutuhan-apd-tenaga-medis.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *