Pemkab dan Kasepuhan Demak Bersinergi Bangun Potensi Wisata Religi

oleh -0 views
Bupati Demak, dr. Hj Eisti'anah versama Wabup KH. Ali Makhsun dan jajaran Forkopimda saat berziarah kebangsaan dan kunjungan silaturahmi ke Kasepuhan Kadilangu Demak belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Beritaplatk.com, Demak- Untuk meningkatkan pemberdayaan pembangunan daerah, Pemkab Demak, Jawa Tengah kini berkomitmen mengangkat potensi wisata religi yang ada di Kabupaten Demak. Upaya itu dilakukan untuk membangun Kabupaten Demak bersama-sama seluruh elemen masyarakat.

Bupati Demak, dr. Hj Esti’anah mengatakan, keberadaan wisata religi dan Kabupaten Demak ibarat dua mata koin yang bersisian dan tak terpisahkan. Bahkan berdasarkan animo kunjungan wisatawan, wisata religi Demak menduduki peringkat kedua tertinggi setelah wisata Candi Borobudur.

“Dengan sowanan ini, diharapkan rasa kekeluargaan akan terus langgeng. Selain itu, momen ini juga sebagai tanda persatuan, guyub dan rukun-nya seluruh elemen masyarakat, dalam rangka untuk membangun Kabupaten Demak bersama-sama,” ujar dr. Hj. Eisti’anah kepada wartawan.

Hal itu dikatakan Bupati Esti’anah, saat acara sowanan, ziarah kebangsaan dan kunjungan silaturahmi ke Kasepuhan Kadilangu Demak. Bupati Eisti didampingi Wakil Bupati KH Ali Makhsun beserta Jajaran Forkopimda dan segenap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak.

Dengan latar belakang potensi pariwisata tersebut, sesepuh Kadilangu, HM Cahyo Iman Santosa berharap, Keluarga Besar Kasepuhan Kadilangu maupun Pemkab Demak harus bisa bersinergi mengelola bersama, sekaligus mengeksplor wisata religi yang menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Demak ini, untuk mendukung pembangunan daerah.

“Ujungnya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kemiskinan. Bisa dikatakan, destinasi wisata religi kabupaten Demak ini, merupakan yang terbesar ke dua setelah Candi Borobudur,” kata HM Cahyo Iman Santosa.

Menurut Cahyo, nilai historis Kabupaten Demak yang dahulu dikenal sebagai Kerajaan Bintoro, merupakan daerah yang dijadikan sebagai tempat penyebaran Agama Islam pertama di Pulau Jawa. Karena itu, memiliki magnet yang sangat kuat bagi para wisatawan.

Baca Juga:  Cara Banyuwangi Sambut Panen Raya Durian

“Rasa bangga tersebut dapat kita wujudkan dengan terus berupaya melestarikan dan mengembangkan potensi wisata yang ada agar menjadi semakin menarik kunjungan wisatawan,” imbuhnya.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *