Menangkal Radikalisme Dengan Kearifan Lokal

oleh -0 views

Kudus – Dalam rangka membangun daya cegah dan daya tangkal masyarakat dari pengaruh faham radikal teroris, maka SMK Lukman Al Hakim Kudus bekerjasama dengan Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus menyelenggarakan kegiatan “Optimalisasi peran masyarakat dalam rangka deteksi dini dan antisipasi gangguan keamanan” dengan tema “Menangkal Radikalisme Dan Terorisme Dengan Kearifan Lokal”.

Bambang Irianto, selaku Kasi Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus sekaligus penanggungjawab kegiatan tersebut menyampaikan, besarnya potensi untuk terpapar faham radikalisme di kalangan generasi millenial menjadi latar belakang diselenggarakannya kegiatan dengan menyasar ke pelajar.

“Rentannya generasi milenial terpapar gerakan Radikalisme menjadi salah satu tujuan acara ini,” Ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadirkan dua narasumber yaitu Praktisi Penanggulangan radikalisme dan terorisme Ipda Subkhan, Kanit Kamsus Satintelkam dari Polres Kudus dan H. Muhamad Ulin Nuha, Kasi Penyuluh Agama dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kudus.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar seratus pelajar dari SMK Lukman Al Hakim yang juga Santri Ponpes Hidayatullah Kudus.

“Untuk dapat menolak sesuatu, maka sudah seharusnya kita memahami sesuatu tersebut, dengan mengetahuinya maka kita akan dapat menolak atau mencegahnya, demikian halnya paham radikal teroris yang merupakan ibu kandung dari terorisme. Kita dituntut mengerti latar belakangnya, penyebabnya dan cara masuknya sehingga kita dapat dengan cepat mengenali dan menentukan strategi untuk menolaknya,” kata Ipda Subkhan mengawali materinya.

Ajaran tentang Allahu Ghayatuna (Allah tujuan kami), Ar-Rasul Qudwatuna (Rasulullah teladan kami), Al-Qur’an Dusturuna (Al-Qur’an pedoman hidup kami), Al-Jihadu Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami) dan Al-Mautu fi Sabilillah Asma Ama Nina (mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi) kalau hanya dipahami secara tektual tanpa mau memahami secara substansinya, maka justru akan berpotensi salah dalam amaliyahnya.

Baca Juga:  Peresmian Gedung Madrasah Diniyyah Fathul Ulum Desa Brantaksekarjati Welahan
Ipda Subkhan Kanit Kamsus Satintelkam Polres Kudus

Sehingga tujuan dari pengamalan syariat atau maqosyid syariah yaitu; hifdzun ad-diin (menjaga agama), hifdzun an-nafs (menjaga jiwa), hifdzun aql (menjaga akal), hifdzun nasl (menjaga keturunan) dan hifdzun maal (menjaga harta) tidak akan terwujud, jelas Ipda Subkhan.

Lebih jauh Ipda Subkhan menyampaikan, fenomena beberapa waktu lalu, ketika ratusan orang meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS, adalah salah satu contoh implementasi dari ajaran yang salah. Ketika kondisi di sana berubah, mereka berkeinginan kembali ke negara asalnya yang beberapa waktu sebelumnya sudah ceraikannya. Sejatinya mereka bertaubat karena keadaan, dan bukan bertaubat karena ideologi.

“Yakinlah, Pancasila dan NKRI, sudah sesuai ajaran kitab suci, maka pelajari agama dengan sepenuh hati dari ulama atau guru yang mumpuni bukan yang imitasi dan tidak pernah menjadi santri, sehingga kita akan mengetahui bahwa Islam adalah rahmat untuk seluruh negeri, bukan sekedar ajaran untuk menghakimi,” pungkas Ipda Subkhan.

Sumber jurnalpantura.id https://jurnalpantura.id/menangkal-radikalisme-dengan-kearifan-lokal/  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *