Kurang Empat Hari Disahkan, Ganjar Persilahkan Buruh Memberi Masukan Besaran UMK

oleh -3 views
Gubernur Ganjar Pranowo menemui perwakilan buruh yang tergabung dalam FKSPN, di Kantor Gubernur. (Foto:Ist)

Beritaplat, Semarang– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengundang para perwakilan serikat buruh. Tujuannya agar mereka memberikan masukan dan berembug bersama, dalam menentukan struktur skala upah. sebelum upah minimum kabupaten/kota (UMK) diketok pada Selasa (30/11/2021) mendatang.

“Kita punya waktu empat hari mulai hari ini, besok Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin, karena Selasa kami putuskan UMK. Kabupaten/kota sudah saya mintai masukannya semua,” ujar Ganjar Pranowo dalam pertemuan itu.

 

Ganjar meminta kepada Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN), untuk memberikan feedback dalam pertemuan tersebut. Hal itu dikatakan Ganjar, seusai menemui perwakilan buruh yang tergabung dalam FKSPN, di Kantor Gubernur, Kamis (25/11/2021).

Pertemuan dengan FKSPN, kata Ganjar, untuk mencari titik temu, yaitu konsensus yang mesti dibangun bersama.

Ia menilai masukan buruh sangat bagus dan paham betul bagaimana PP Nomor 36 Tahun 2021 itu mengunci dengan formulasi yang jelas, sehingga Gubernur tidak memiliki kewenangan dalam menentukan upah minimum.

“Ya sudah sekarang dibuat. Formula ini yang saya minta siapkan oleh kawan-kawan yang bekerja bareng-bareng. Biar tidak menunggu waktu. Kalau tidak bisa hari ini, ya kita minta empat hari ini untuk bisa menyampaikan,” katanya

Terkait ketentuan tambahan struktur skala upah, Ganjar mengatakan para buruh juga mengapresiasi. Namun buruh masih memberikan tuntutan agar struktur skala upah itu didetailkan. Ganjar mengatakan, detail itu tidak bisa ada pada SK Gubernur.

“Nah hari ini mereka kita ‘sandera’ sebentar untuk mendetailkan. Maka kami minta mereka untuk rapat bersama. Masukan mereka soal struktur skala upah dan buruh, dengan masa kerja di atas satu tahun itu seperti apa.

Terkait detail ini, Ganjar juga meminta agar perusahaan dan buruh terbuka. Perusahaan yang untung harus ditampilkan,  dan buruh harus tahu kondisi perusahaannya. Entah itu untung ataupun rugi.

Baca Juga:  Massa Shiddiqiyyah Desak Bupati Jombang Minta Maaf

“Kita meminta agar fair, perusahaan yang masih sehat, untung, tinggi mana. Ini tidak terdampak Covid-19, yang terdampak Covid-19 yang mana? Kalau semua ini dipukul rata, ‘gebyah uyah’ semua, pasti tidak mungkin. Kalau perusahaan bangkrut, yang kena PHK siapa yang urusi. Kita sudah koordinasikan semuanya yang di-PHK itu kita urusi. Bantuan ada dan sebagainya,” jelasnya.

Ganjar juga menyampaikan terima kasih karena aksi yang dilakukan oleh buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah berlangsung tertib. Ia juga memaklumi apabila ekspresi buruh yang aksi dengan berteriak atau menyalakan musik dengan keras.

“Saya juga terima kasih aksinya tertib, menyampaikannya bagus, bahwa ekspresinya mereka teriak dan dangdutan tidak apa-apa, yang penting saya minta prokesnya jalan. Tadi juga waktu mau rapat mereka masih teriak-teriak, saya minta tolong agar ditelepon dan tidak teriak-teriak karena kita mau bicara. Ditelpon berhenti dan itu keren,” tandasnya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *