KIHT Kabupaten Kudus Menjadi Impian Daerah Lain. Bupati Kudus : Banyak Keuntungan Memiliki KIHT

oleh -0 views
Wakil Bupati Kediri (kiri) menerima cinderamata dari Bupati Kudus, HM Hartopo di Peringgitan Pendopo Kudus. (Foto: Kuduskab.go.id)

Beritaplatk, Kudus- Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang dimiliki Kabupaten Kudus mampu menjadi magnet bagi daerah lainya, utamanya daerah yang memiliki industri rokok.

Pasalnya, terdapat beberapa daerah yang datang ke Kabupaten Kudus untuk menimba ilmu dan belajar tentang KIHT di Kabupaten Kudus.

Kali ini, Wakil Bupati Kediri dan rombongan datang untuk belajar KIHT di Kabupaten Kudus. Kehadiranya pun disambut hangat Bupati Kudus H.M. Hartopo di Peringgitan Pendopo Kudus, Rabu (3/11).

Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa pun mengutarakan maksud dan tujuanya untuk lebih mengetahui secara mendalam KIHT Kabupaten Kudus.

“Maksud kedatangan kami, ingin mengetahui tentang KIHT Kudus. Kami juga ingin menimba ilmu dari Kudus dalam mengelola KIHT,” ucap Wakil Bupati Kediri.

Dengan menggali lebih dalam konsep serta managemen KIHT Kabupaten Kudus, Wakil Bupati Kediri berharap ilmu yang didapat nanti bisa diterapkan di Kediri dalam mengaplikasikan perencanaan KIHT seperti yang dimiliki Kabupaten Kudus.

“Semoga pengetahuan yang kami dapat nanti dengan belajar KIHT dari Kudus dapat menjadikan bekal kami untuk menerapkan perencanaan KIHT di Kediri,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Kudus H.M. Hartopo mengatakan bahwa Kabupaten Kudus juga masih dalam tahapan belajar mengelola KIHT. Untuk itu, pihaknya secara terbuka menerima maksud dan tujuan Wakil Bupati Kediri sesuai pengalaman yang telah dimiliki Kabupaten Kudus.

“Dalam mengelola KIHT, Kudus juga masih belajar, artinya kita sama-sama belajar bersama dalam mengelola KIHT, nanti bisa ditanyakan sama dinas terkait secara teknisnya mengenai apa saja unsur didalam managemen KIHT,” ucap Bupati.

Bupati Hartopo juga mengatakan, berdirinya KIHT yang bersinergi dengan Kantor Bea Cukai Kudus dan pihak terkait lainya membawa dampak positif bagi Kabupaten Kudus dalam memberikan pengawasan terhadap beredarnya produksi rokok.

Baca Juga:  Awal Musim Hujan, Harga Cabai di Tuban Tembus Hingga Rp 70 Ribu

“Banyak keuntungan memiliki KIHT, kita bisa melakukan pengawasan di industri rokok sehingga dapat menekan peredaran rokok ilegal yang merugikan daerah. Selain itu kita dapat memberikan pendampingan terhadap pengusaha rokok skala kecil untuk lebih meningkatkan hasil produksinya yang tentunya berpengaruh pada peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.

Bupati Hartopo juga mengatakan antusias pelaku industri di KIHT Kabupaten Kudus sangat banyak, dan telah menghasilkan beberapa produk rokok, baik sigaret kretek tangan (SKT) maupun sigaret kretek mesin(SKM).

“Antusias dari pelaku industri rokok di KIHT juga banyak, dan telah menghasilkan rokok produk SKT maupun SKM. Saat ini kapasitas keterisian KIHT ada 11 unit, dan masih ada pelaku usaha yang mengantre 17 unit lagi. Rencana akan kami perluas,” kata Hartopo.

Namun, Pihaknya mengatakan kendala yang dihadapi Pemkab Kudus dalam upaya pengembangan lahan KIHT.

“Kami punya kendala dalam pengembangan KIHT, yaitu masalah lahan yang merupakan milik desa, jadi kita selama ini menyewa. Berbagai upaya akan kami tempuh sesuai prosedur yang berlaku, salah satunya tukar guling jika memungkinkan,” pungkasnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut perjalanan KIHT Kabupaten Kudus, Wakil Bupati Kediri dan rombongan akan diantarkan dan didampingi Asisten dua Sekda, Kepala Disnakerperinkop dan UKM, serta Kabag Tapem untuk meninjau lokasi KIHT.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *