Butuh Bantuan, Kakek Renta di Pati Hidup Sebatangkara di Rumah Beratap Plastik

oleh -0 views

Pati – Kehidupan Mbah Suwardi (68) warga Dukuh Kentengan RT 05 RW 04 Desa Mojo, Kecamatan Cluwak sunguh memprihatinkan. Dia hidup sebatang kara di gubug beratapkan plastik.

Bila hujan turun, atapnya pun bocor dan tak bisa untuk berteduh. Hembusan angin bebas keluar masuk di gubuk yang hanya berukuran 3×3 meter itu. Apalagi dinding gubuknya itu hanya berbahan dari sisa banner bekas dan terpal bolong.

Dingin pun kerap kali dirasakan mbah Suwardi. Bahkan bila malam tiba, dia hanya mengandalkan sarung untuk menghangatkan badannya. Sesekali membakar kayu untuk sekedar mendapatkan kehangatan yang lebih.

Mbah Wardi bercerita, sebelum menempati gubuk reot itu, dia tinggal di Gunungwungkal bersama istrinya. Tetapi sejak delapan tahun silam, mereka memutuskan pisah dan ia kembali ke tempat kelahirannya yakni Desa Mojo.

“Dulu di sini memang ada rumah peninggalan orang tua saya, tapi karena tidak terawat akhirnya rusak dan ambruk. Kalau pendirian gubug ini dulu juga dibantu warga sekitar,” ujar Mbah Suwardi saat disambangi, Selasa (18/2/2020).

Mbah Suwardi berbincang dengan tetangganya

Untuk bertahan hidup, Suwarsi hanya mengandalkan hasil mencari rosokan. Dengan berjalan kaki, ia menyusuri jalan desa dan memungut bahan sampah yang masih bisa dijual di tempat rosokan.

“Kalau untuk makan, biasa adik saya yang mengirim ke sini setiap hari. Terkadang juga ada bantuan sembako dari warga sekitar sini,” selorohnya.

Kesedihan hati Suwardi semakin lengkap, lantaran anak semata wayangnya kini tinggal di lain Kecamatan dan tidak pernah menjenguknya. Menurutnya, anak perempuannya bertahun-tahun tidak pernah peduli sejak ia menikah.

“Kira-kira sudah ada lima kali lebaran tidak pernah datang ke sini. Walau sebenarnya saya juga pengin ketemu. Semoga ia dan keluarga senantiasa sehat dan berkecukupan,” pinta Suwardi dengan nada sedih.

Baca Juga:  Bertopi Sinterklas, Direktur RS Mardirahayu Bagikan Kado Natal Pada Pasien

Sementara, Sahuri yang juga tetangga Suwardi menyebut, saat ini sang kakek sangat membutuhkan bantuan rumah tinggal yang layak huni. Mengingat, kondisi Suwardi yang menginjak usia senja dan juga sering sakit-sakitan.

“Melihat kondisi rumah Mbah Suwardi memang sangat tidak layak, dan berbahaya jika diterpa hujan dan angin. Kami hanya bisa berharap ada pihak yang peduli dan membantu membangunkan rumah yang layak huni,” harapnya.

Sumber murianews.com https://www.murianews.com/2020/02/18/182786/butuh-bantuan-kakek-renta-di-pati-hidup-sebatangkara-di-rumah-beratap-plastik.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *