Awal 2020, Kebakaran Dominasi Bencana di Kudus

oleh -0 views

Kudus – Triwulan pertama tahun 2020 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memfokuskan diri pada peningkatan
kewaspadaan dan penanganan banjir dan tanah longsor.

Meski berdasar fakta, kasus kebakaran terdata paling banyak terjadi setiap tahunnya.

Sepanjang tahun 2019, total peristiwa kebakaran sebanyak 167 kejadian
dengan kerugian mencapai Rp 4,187 miliar.

“Bukan berarti mengabaikan yang lain, kalau sekarang kami lebih fokus waspada banjir dan tanah longsor karena saat ini sedang musim hujan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan.

Saat musim hujan, kebakaran sangat mungkin terjadi tetapi intensitasnya kecil. Namun warga masyarakat juga diminta waspada
karena kebakaran dapat terjadi pada musim hujan.

Hinga Februari ini, terjadi satu kasus kasus kebakaran. Peristiwa terjadi pada Sabtu malam di gudang kayu salah seorang warga Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo Kudus.

Ka Lakhar BPBD kabupaten kudus Bergas C Penanggungan

Tahun lalu kasus kebakaran di Kudus cukup tinggi sebanyak 167 kali kejadian, disusul pohon tumbang (61), banjir (28), tanah longsor (15) dan angin kencang 9 kejadian.

Sedang kerugian terbesar setelah
kebakaran, yakni akibat angin kencang mencapai lebih Rp 756 juta, tanah longsor Rp 115 juta dan banjir mencapai Rp 10 juta.

“Total kerugian akibat bencana alam dan kebakaran tahun 2019 mencapai Rp 5,068 miliar,” katanya.

Berdasarkan hasil maping kebencanaan berdasarkan wilayah kecamatan, bencana alam paling banyak terjadi di daerah Kota, Dawe dan Mejobo.

Sedang dominasi kasus kebakaran terjadi di Kecamatan Bae, Jekulo, Kaliwungu dan Dawe.

Selain peristiwa bencana, BPBD Kudus melalui layanan Call Center Unit Garuda 112 menerima banyak pengaduan masyarakat.
Permintaan bantuan kegawatdaruratan tercatat 190 kejadian evakuasi ambulan di antaranya kasus kecelakaan, dan 122 kejadian permintaan evakuasi binatang seperti ular, tawon vespa dan kera.

Baca Juga:  Viral Bukit ‘Teletubbies’ Jalan Kedumulyo-Tompegunung Pati, Bupati Haryanto: Kebanyakan yang Datang Warga Kudus

“Untuk penanganan kegawatdaruratan, kami berkoordinasi dengan instansi
terkait,” ungkapnya.

Layanan Call Center Unit Garuda 112 yang berada di bawah kendali BPBD Kudus, saat ini menjadi andalan masyarakat dalam meminta bantuan kegawatdaruratan.

Sumber jurnalpantura.id

https://jurnalpantura.id/awal-2020-kebakaran-dominasi-bencana-di-kudus/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *