Pandemi Tak Bisa Diprediksi, Masyarakat Diimbau Tak Bosan Tingkatkan Imun

oleh -2 views
Workshop pemantapan Forum Germas Kabupaten Jepara, di Hotel D’Season, Jepara, Kamis (11/11/2021). (Foto: jatengprov.go.id)

Beritaplatk, Jepara- Pandemi Covid-19 yang tak bisa diprediksi kapan berakhirnya, menjadikan masyarakat harus tetap waspada dan menjaga Kesehatan. Selain itu, juga diimbau untuk tak bosan meningkatkan imunitas tubuh serta meningkatkan aktivitas fisik.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Jepara, Hartaya, saat workshop pemantapan Forum Germas Kabupaten Jepara, di Hotel D’Season, Jepara, Jawa Tengah (11/11/2021).

“Hingga 10 November 2021, masih ada lima kasus Covid-19 di Jepara. Namun pandemi tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, jangan bosan tingkatkan imun dan aktivitas fisik,” ujar Hartaya.

Menurut Hartaya, diperlukan harmonisasi seluruh mitra kesehatan dalam mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19. Forum Germas ini, menjadi media evaluasi serta penentu kebijakan yang efektif terkait Germas di Jepara.

Terkait pelaksanaan vaksinasi, Hartaya memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi dan jajarannya yang telah bekerja keras mengejar vaksinasi. Sehingga, Jepara sudah mendekati capaian untuk dapat masuk ke Level 2 PPKM Jawa-Bali.

Ia menyampaikan hingga Selasa (9/11/2021), berdasarkan hitung manual, dari 922.450 target sasaran vaksin dosis satu, telah tercapai 443.870 orang (48,41 persen). Untuk dosis satu lansia dari target 99.211 orang tercapai 38.895 (39,02 persen).

“Saya berharap, ritme ini dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Harapannya, tidak hanya mengejar level 2, tapi akhir tahun 2021 target vaksinasi nasional 2021, sebesar 70 persen untuk membentuk kekebalan kelompok di Jepara dapat tercapai,” ujar Hartaya.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan kolektivitas dan sinergitas seluruh anggota forum Germas. Upaya preventif dan promotif dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diterima di masyarakat, karena salah satu yang mendukung penerapan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga:  Nasib Ratusan Anak Tak Sekolah Segera Dikembalikan ke Sekolah Formal dan Nonformal di Jepara

“Kemas sosialisasi di masyarakat lebih komunikatif dan interaktif. Ini akan lebih mudah diterima,” imbuhnya.

Ia pun berharap, semua komponen perangkat daerah, pemerintah desa, praktisi kesehatan, akademisi, pelaku usaha, lembaga keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan, untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi untuk mendukung Germas.

“Komitmen ini harus terjaga agar mewujudkan Jepara sehat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan hadiah pemenang lomba PHBS tingkat Kabupaten Jepara 2020. (*)

-jatengprov.go.id-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *