Warga Desa Diajari Tolak Politik Uang, Cara Bawaslu Jepara Tingkatkan Kualitas Demokrasi

oleh -1 views
Abdul Kalim selaku Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Jepara

Beritaplatk, Jepara- Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung dijadikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sebagai Desa Anti Politik Uang.

Penunjukkan Desa Kalianyar sebagai desa binaan Bawaslu, bertujuan untuk menjalin kerjasama kemitraan di bidang kepemiluan, khususnya pengawasan partisipatif.

Tentu saja upaya Bawaslu Jepara ini, langsung diapresiasi pihak aparat pemerintah dan masyarakat Desa Kalianyar. Mereka mengaku senang dan mengapresiasi langkah Bawaslu yang telah memberikan kepercayaan kepada Desa Kalianyar sebagai desa mitra Bawaslu.

“Kami akan mendukung semua kegiatan Bawaslu dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi di daerah,”kata Kepala Desa Kalianyar, Nur Khafid.

Sementara itu, Abdul Kalim selaku Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Jepara mengaku, tujuan Bawaslu memilih Desa Kalianyar sebagai desa Anti Politik Uang, untuk menjalin kerjasama kemitraan di bidang kepemiluan, khususnya pengawasan partisipatif.

Dimana masyarakat diharapkan ikut serta berperan aktif dalam melakukan pengawasan partisipatif dilingkup desa, terutama memerangi politik uang.

“Dalam rangka meminimalisir praktik pelanggaran pemilu yang berjalan, Bawaslu mengajak masyarakat untuk sadar bersama-sama menciptakan demokrasi yang jujur adil berkualitas dan bekerja sama dengan bawaslu dalam mengawasi pemilu” kata Kalim seperti dikutip suarabaru.

Ia berharap masyarakat semakin dekat dengan Bawaslu Jepara dalam memahami pelanggaran pemilu serta berpartisipasi ikut mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran di wilayah masing-masing.

Peresmian dilakukan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Ketua Bawaslu Jepara dan Petinggi Desa Kalianyar.

Dalam nota kesepahaman, antara Bawaslu dan Pemdes Kalianyar sepakat mewujudkan masyarakat memiliki kesadaran politik tinggi mewujudkan demokrasi bersih dan bermartabat, memiliki komitmen kokoh menolak dan melawan politik uang guna terciptanya Pemilu berintegritas dan mampu menekan potensi pelanggaran.

Sebagai bagian dari acara, dilakukan juga pembacaan Deklarasi oleh Ketua Bawaslu Jepara dan diikuti bersama-sama oleh peserta kegiatan.

Baca Juga:  Bupati Jepara Targetkan Akhir Oktober, Vaksinasi 50 Persen Tercapai

Sampai saat ini (10/11), Bawaslu Jepara memiliki 13 desa mitra yaitu yang bertajuk Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang.

Ada 7 Desa Anti Politik Uang yaitu Dongos, Sukodono, Tempur, Banjar Agung, Karimunjawa dan Kalianyar. Dan 6 Desa Pegawasan Pemilu antara lain Desa Sowan Kidul, Papasan, Kawak, Petekeyan, Klepu, Clering dan Kemujan Karimunjawa.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Bawaslu dan Anggota Bawaslu Jepara, Kepala Desa Kalianyar beserta Perangkat Desa, BPD, Organisasi Masyarakat, Tokoh Agama, PKK, dan Karang Taruna Desa Kalianyar.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *